Penembakan DPR, Anak SBY: Bagaimana Kalau Ternyata Terorisme Targetkan Wakil Rakyat?

Posted on


Penembakan DPR RI ternyata bukan empat seperti yang sudah diketahui sebelumnya. Akan tetapi ada empat lubang peluru yang ditemukan.

Dari lima bekas lubang peluru tersebut, dua diantaranya bersarang di ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat.

Yakni di lantai 10, ruangan 1008 yang ditempati Vivi Sumantri Jayabaya dan terbaru didapat di ruang lantai 9 Gedung Nusantara I yang ditempati Khatibul Imam Wiranu.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengaku sangat mengkhawatirkan kesalamatan para wakil rakyat.

Karena itu, ia mendesak aparat kepolisian bertindak tegas, profesional dan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Demikian disampaikan Edhie Baskoro Yudhoyono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

“Kami berharap kepada kepolisian dan pihak-pihak terkait untuk mengungkapkan apa yang sesungguhnya terjadi,”

“Investigasi menyeluruh. Investigasi baik di dalam dan di luar termasuk dimintai keterangan-keterangan kepada mereka yang kemungkinan besar mengetahui proses kejadian,” tuntutnya.

Putra kedua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga meminta kepolisian mengusut motif-motif lain di balik insiden peluru nyasar itu.

Sebab bisa saja, insiden tesebut bukan hanya sekedar peluru nyasar yang berasal dari lapangan tembak Perbakin di kawasan Senayan.

“Bagaimana kalau terjadi kegiatan terorisme? Atau kejahatan lain yang ingin menciderai anggota dewan atau seluruh penghuni kompleks parlemen?” katanya.
Politisi yang akrab disapa Ibas itu juga berharap, kejadian peluru nyasar itu tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

Sebab menurutnya, kejadian ini hampir saja merenggut nyawa anak buahnya, Vivi Sumantri Jayabaya.

“Bayangkan saja, hari ini kami bersyukur diselamatkan oleh Tuhan. Bu Vivi masih segar bugar. Bagaimana kalau ternyata terkena?”

“Ini tidak main-main, ini peluru tajam,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku geram dengan penembakan tersebut.

Karena itu, pihaknya menuntut pihak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar benar-benar terang benderang.

Demikian disampaikan Zulkifli Hasan ditemui usai rapat konsolidasi kader PAN dan pemennagan Prabowo-Sandi di Gedung Herlina, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018).

“Kita minta kejelasan dari aparat penegak hukum,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan, bahwa dalam kasus penembakan sebelumnya, polisi menyebut telah menangkap dua tersangka.

Namun nyatanya, hari ini, penembakan kembali terjadi menyasar gedung para wakil rakyat tersebut.

“Katanya itu kan latihan, tidak sengaja, sudah ditangkap orangnya. Lah kok sekarang ada lagi?” heran dia.

Meski tak menyebut bahwa kejadian tersebut bermuatan politis, namun Ketua MPR RI itu juga mengaitkan dengan kejadian penembakan sebelumnya.

“Kemarin Gerindra, sekarang PAN dan Demokrat. Ada apa?” sindirnya.

Untuk itu, ia meminta aparat kepolisian agar bisa cepat menuntaskan kasus tersebut dengan profesional.

Ia khawatir, jika tidak, akan melahirkan ketidakpercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian.

“Kalau berlarut-larut, kita khawatir ini akan distrust terhadap aparat keamanan,” tutupnya. [ps]



Source link

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *