Gempa Tsunami Sulteng: 2.045 Meninggal Dunia dan 671 Orang Berstatus Hilang

Posted on


Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala yang telah ditemukan per Rabu (10/10/2018) mencapai 2.045 jiwa.

Dari jumlah tersebut, BNPB menguraikan bahwa sebagian besar korban jiwa berasal dari kota Palu yaitu sebanyak 1.636 jenazah. Sementara itu, di Donggala ditemukan 171 jenazah, di Sigi 222 jenazah, Parigi Moutong 15 jenazah dan Pasangkayu, Sulewesi Barat 1 jenazah.

BNPB menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut 969 jenazah telah dimakamkan secara massal. Sedangkan 1.076 jenazah lainnya dikembalikan pada pihak keluarga dan dimakamkan di pemakaman masing-masing keluarga. Hingga saat ini tercatat 671 orang berstatus korban hilang.

Untuk korban luka, BNPB melaporkan bahwa 2.549 orang menderita luka berat dan 8.130 orang mengalami luka ringan. Sehingga total korban luka mencapai 10.279 orang.

Dalam peta sebaran pengungsi yang juga tercantum dalam laporan tersebut, terdapat 112 titik posko pengungsian dengan jumlah penghuni 74.044 jiwa dari total 82.775 pengungsi. Sisanya, lebih memilih untuk mengungsi ke luar daerah Sulawesi tengah.

Tercatat, bangunan rusak akibat gempa dan tsunami sebanyak 67.310 unit berasal dari berbagai daerah. Terbanyak dari kota Palu sejumlah 65.733 unit disusul Sigi 897 unit dan Donggala 680 unit. Jumlah tersebut belum termasuk 99 fasilitas pribadatan dan 20 fasilitas kesehatan yang juga turut hancur. Setidaknya 1 rumah sakit, 10 puskesmas dan 4 puskesmas pembantu serta 5 puskedes luluh lantak akibat bencana alam tersebut. [kbn]



Source link

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *